puisi terakhir soe hoek gie


Ada orang yang menghabiskan waktunya
berziarah ke Mekah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi
di Miraza
Tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu
sayangku
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan
lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah
mandalawangi
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena
bom di danau
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra
Tapi aku ingin mati di sisimu manisku
Setelah kita bosan hidup dan bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun
tahu
Mari, sini sayangku
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan
simpati padaku
Tegaklah ke langit yang luas atau awan mendung
Kita tak pernah menanamkan apa-apa
Kita takkan pernah kehilangan apa-apa
Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan
Yang kedua dilahirkan tapi mati muda
Dan yang tersial adalah berumur tua
Berbahagialah mereka yang mati muda
Makhluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada
Berbahagialah dalam ketiadaanmu

Soe Hok Gie meninggal di Puncak Gunung
Semeru pada Bulan Desember 1969

Iklan

2 thoughts on “puisi terakhir soe hoek gie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s