rahasia kebahagiaan (the alchemist)


Kisah ini saya tulis sebagian,
sehabis saya membaca buku novel Paulo Coelho yang
berjudul “The Alchemist”.kalau mau baca lengkap beli buku nya atau minjem juga boleh,kebiasaan para gretongan. 🙂
berikut kisahnya:

“Seorang pemilik toko menyuruh
anaknya pergi mencari rahasia
kebahagiaan dari orang paling
bijaksana di dunia. Anak itu
melintasi padang pasir selama
empat puluh hari, dan akhirnya
tiba di sebuah kastil yang indah,
jauh di puncak gunung. Di sanalah
orang bijak itu tinggal.
“Namun ketika dia memasuki aula
kastil itu, si anak muda bukannya
menemukan orang bijak tersebut,
melainkan melihat kesibukan besar
di dalamnya, para pedagang
berlalu lalang, orang-orang
bercakap-cakap di sudut-sudut,
ada orkestra kecil sedang
memainkan musik lembut, dan ada
meja yang penuh dengan piring-
piring berisi makanan-makanan
paling enak di belahan dunia
tersebut. Si orang bijak berbicara
dengan setiap orang dan anak
muda itu harus menunggu selama
dua jam. Setelah itu, barulah tiba
gilirannya.
“Si orang bijak mendengarkan
dengan saksama saat anak muda
itu menjelaskan maksud
kedatangannya, namun dia
mengatakan sedang tidak punya
waktu untuk menjelaskan rahasia
kebahagiaan. Dia menyarankan
anak muda itu melihat-lihat
sekeliling istana, dan kembali dua
jam lagi.
“Sementara itu aku punya tugas
untukmu, kata si orang bijak.
Diberikannya pada si anak muda
sendok the berisi dua tetes
minyak.
“Sambil kau berjalan-jalan bawa
sendok ini, tapi jangan sampai
minyaknya tumpah.”
“Anak muda itu pun mulai
berkeliling-keliling naik turun
sekian banyak tangga istana,
sambil matanya tertuju pada
sendok yang dibawanya. Setelah
dua jam, dia kembali ke ruangan
tempat orang bijak itu berada.
“Nah, kata si orang bijak,
“apakah kau melihat tapestry-
tapestri Persia yang tergantung di
ruang makanku?bagaimana
dengan taman hasil karya ahli
taman yang menghabiskan
sepuluh tahun untuk
menciptakannya? Apa kau juga
melihat perkamen-perkamen indah
di perpustakaanku?”
“Anak muda itu merasa malu. Dia
mengakui bahwa dia tidak sempat
melihat apa-apa. Dia terlalu
terfokus pada usaha menjaga
minyak di sendok itu supaya tidak
tumpah.
“Kalau begitu, pergilah lagi
berjalan-jalan, dan nikmatilah
keindahan-keindahan istanaku”
kata si orang bijak. “Tak mungkin
kau bisa mempercayai seseorang,
kalau kau tidak mengenal
rumahnya.”
“Merasa lega, anak muda itu
mengambil sendoknya dan
kembali menjelajahi istana
tersebut, kali ini dia mengamati
semua karya seni di langit-langit
dan tembok-tembok. Dia
menikmati taman-taman, gunung-
gunung di sekelilingnya,
keindahan bunga-bunga, serta cita
rasa yang terpancar dari segala
sesuatu di sana. “Ketika kembali
menghadap orang bijak itu,
diceritakannya dengan mendetail
segala pemandangan yang telah
dilihatnya.
“Tapi dimana tetes-tetes minyak
yang kupercayakan padamu itu?”
Tanya si orang bijak.
Si anak muda memandang sendok
di tangannya, dan menyadari dua
tetes minyak itu sudah tidak ada.
“Nah, hanya ada satu nasehat yang
bisa kuberikan untukmu kata
orang paling bijak itu. ‘Rahasia
kebahagiaan adalah dengan
menikmati segala hal menakjubkan
di dunia ini, tanpa pernah
melupakan tetes-tetes air di
sendokmu.”

N.P:
Semua orang boleh merasakan
semua kebahagiaan di dunia ini,
tetapi jangan melupakan apa yang
mereka punya.
Nikmatilah keindahan yang Tuhan ciptakan tapi jangan pernah kita melupakan apa-apa hal baik di sekitar kita,sahabat,keluarga & mereka yang pernah berbuat baik kepada kita.
Karena yang baik itu yang ada,dan tak ada yang lebih baik dari yang pernah ada( Al ghazaly).
Sekian semoga bermanfaat dan tentu anda punya persepsi sendiri tentang kisah di atas. 🙂