musafir,aku pasti pulang


detik berdetak, berlalu tak menunggu
laksana musafir mengelana takdir
“melapuk segala di ufuk cakrawala”
dari fajar dusta hingga malam buta
gemerisik daun-daun mengalun syahdu
mengenang tahun-tahun yang mengembun
dalam hening pikir di bening safir
terasing dari bising gonggongan anjing
andai remaja tak menyenja
andai langkah tak melemah
andai bekal tak tercekal
andai luang tak terbuang
andai nafas tak lepas
adakah sesal di sisa tanggal yang
tertinggal
aduhai
betapa rapuh melepuh ingatan
melayang pandang melalui kabut lembut
melintasi waktu merengkuh angkuh
“dari balik jubah yang tak pernah merasa
bersalah”
bersimpuh doa, menempuh dosa
adakah sesal di sisa tanggal yang
tertinggal
mari berbenah, kembali melangkah
semoga tak jatuh sia-sia menempuh sisa
usia
semasih nyawa menitah raga berjelaga
entah bila waktu tak tentu memihak rindu
bahkan maut merenggut seraut jiwa kusut
sendiri membunuh sepi mengubur sunyi
hilang di gersang mayang
aku pasti pulang, sayang

sumber artikel:
http://m.kompasiana.com/post/read/648145/3/musafir-aku-pasti-pulang.html