Tentang daniabe

seorang newbie mohon petunjuk.

Ke samping


Tangga-sukses

Jika ada
orang bodoh bicara, jangan ditanggapi. Jika harus
ditanggapi maka tanggapan terbaik untuknya
adalah diam.
Kalian tahu, macan tetap ditakuti meski sedang
diam.
Namun anjing akan dilempar jika terlalu banyak
menggonggong.
Jangan kalian sampaikan pendapat kepada orang
yg tak menginginkannya . Kalian tidak akan
mendapat manfaat, tidak pula pendapatmu akan
berguna.

PERCAKAPAN ANTARA RASUL DAN IBLIS


Nabi Muhammad S.A.W..” PERCAKAPAN ANTARA RASUL &
IBLIS ..”Rasulullah (R) bertanya : “Apa ygkau rasakan jika
melihatseseorang dari umatku hendakshalat?”Iblis (I)
menjawab: “aku merasapanas dingin dan gemetar”R:
“kenapa?”I: “Sebab setiap seorang hambabesujud 1X
kepada Allah, Allahmengangkatnya 1 derajat”R: “jika
seorang umatkuberpuasa?”I: “tubuhku terasa terikat
hinggaia berbuka”R: “jika ia berhaji?”I: “aku seperti orang
gila”R: “jika ia membaca Al-Quran?”I: “aku merasa
meleleh laksanatimah diatas api”R: “jika ia bersedekah?”I:
“itu sama saja org tsb m’belahtubuhku dgn gergaji”R:
“mengapa bisa begitu?“I: ”sebab dalam sedekah ada
4keuntungan baginya, yaitu :1. Keberkahan dlm
hartanya,2. Hidupnya disukai,3. Sedekah itu kelak akan
menjadihijab antara dirinya dgn apineraka,4. Terhindar
dari segala macammusibah akan terhalau dr dirinya,R:
“apa yg dapat mematahkanpinggangmu?”I: “suara kuda
perang di jalanAllah.”R: “apa yg dapat melelehkantubuh
mu?”I: “taubat org yg bertaubat”R: “apa yg dpt
membakarhatimu?”I: “istigfar di waktu siang &malam”R:
“apa yg dpt mencorengwajahmu?”I: “sedekah yg diam2”R:
“apa yg dpt menusukmatamu?”I: “shalat fajar”R: “apa yg
dpt memukulkepalamu?”I: “shalat berjamaah”R: “apa yg
palingmengganggumu”I: “majelis para ulama”R:
“bagaimana cara makanmu?”I: “dengan tangan kiri dan
jariku”R: “dimanakah kau menaungianak2mu di musim
panas?”I: “dibawah kuku manusia”R: “siapa temanmu
wahai iblis?”I: “pezina”R: “siapa teman tidurmu?”I:
“pemabuk”R: “siapa tamumu?”I: “pencuri”R: “siapa
utusanmu?”I: “tukang sihir (dukun)”R: “apa yg
membuatmugembira?”I: “bersumpah dgn cerai”R: “siapa
kekasihmu?”I: “org yg meninggalkan SholatJum’at”R:
“siapa manusia yg palingmembahagiakanmu?”I: “org yg
meninggalkan shalatnyadgn sengaja

https://m.facebook.com/comment/replies/?ctoken=913204462046461_913227948710779&ft_ent_identifier=913204462046461&gfid=AQBaFqn9mNHMgkfW&refid=52&_ft_=qid.6091968728684410394%3Amf_story_key.-4304314471293258922

TIPS DITILANG POLISI LALU LINTAS


ini adalah salah satu pengalaman
temen2, di baca baik2.
Beberapa waktu yang lalu sekembalinya
berbelanja saya sekeluarga pulang
dengan menggunakan taksi. Ada adegan
menarik ketika sopir taksi hendak
ditilang oleh polisi. Dialog antara polisi
dan sopir taksi seperti ini.
Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat
Sim dan STNK?
Sopir (Sop) : Baik Pak…
P : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak
P : Ini nomor polisinya gak seperti
seharusnya (sambil nunjuk ke plat
nomor taksi yg memang gak standar
sambil lalu menulis dengan sigap di buku
tilang)
Sop : Pak jangan ditilang deh…plat
aslinya udah gak tau kemana… kalo ada
pasti saya pasang
P : Sudah…saya tilang saja…banyak
mobil curian sekarang (dengan nada
keras!!)
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu!
taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini
kan bukan mobil curian!
P : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot
(dengan nada lebih tegas) kamu terima
aja surat tilangnya (sambil
menyodorkan surat tilang warna MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna
MERAH suratnya…Saya mau yg warna
BIRU aja
P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu
gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak
berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat
tilang gak berlaku?
P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu
itu gak boleh minta form BIRU… Dulu
kamu bisa minta form BIRU… tapi
sekarang ini kamu gak bisa… Kalo kamu
gak kamu ngomong sama komandan
saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak
aja sekalian (dengan nada nantangin tuh
polisi)
Dalam hati saya …berani betul sopir
taksi ini …
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini
melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan
cuman minta form BIRU… Bapak kan
yang gak mau ngasih
P : Kamu jangan macam-macam yah…
saya bisa kenakan pasal melawan
petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak
bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini
aja pak saya foto bapak aja deh… kan
bapak yg bilang form BIRU gak berlaku
(sambil ngambil HP)
Wah … wah hebat betul nih sopir ….
berani, cerdas dan trendy … (terbukti dia
mengeluarkan hpnya yang ada
berkamera.
P : Hey! Kamu bukan wartawankan! ?
Kalo kamu foto saya, saya bisa
kandangin (sambil berlalu)
Kemudian si sopir taksi itupun mengejar
itu polisi dan sudah siap melepaskan
“shoot pertama” (tiba-tiba dihalau oleh
seorang anggota polisi lagi )
P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas
sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU
gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg
menilangnya)
lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi
yang menilang tadi, ada pembicaraan
singkat terjadi antara polisi yang
menghalau si sopir dan polisi yang
menilang. Akhirnya polisi yg menghalau
tadi menghampiri si sopir taksi
P 2 : Mas mana surat tilang yang merah
nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak…. Masih sama
temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil
polisi yang menilang)
P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan
nada kesal)
Lalu polisi yang nilang tadi menulis
nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil
berkata “nih kamu bayar sekarang ke
BRI … lalu kamu ambil lagi SIM kamu
disini, saya tunggu”.
S : (Yes!!) Ok pak …gitu dong kalo gini
dari tadi kan enak…
Kemudian si sopir taksi segera
menjalnkan kembali taksinya sambil
berkata pada saya, “Pak .. maaf kita ke
ATM sebentar ya .. mau transfer uang
tilang . Saya berkata ya silakan.
Sopir taksipun langsung ke ATM sambil
berkata, … “Hatiku senang banget pak,
walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran
berharga ke polisi itu.” “Untung saya
paham macam2 surat tilang.”
Tambahnya, “Pak kalo ditilang kita
berhak minta form Biru, gak perlu
nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan
pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI….
Mending bayar mahal ke negara sekalian
daripada buat oknum!”
Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut
dapat saya infokan ke Anda sebagai
berikut:
SLIP MERAH, berarti kita menyangkal
kalau melanggar aturan Dan mau
membela diri secara hukum (ikut sidang)
di pengadilan setempat.. Itupun di
pengadilan nanti masih banyak calo,
antrian panjang, Dan oknum pengadilan
yang melakukan pungutan liar berupa
pembengkakan nilai tilai tilang.
Kalau kita tidak mengikuti sidang,
dokumen tilang dititipkan di kejaksaan
setempat, disinipun banyak calo dan
oknum kejaksaan yang melakukan
pungutan liar berupa pembengkakan
nilai tilang.
SLIP BIRU, berarti kita mengakui
kesalahan kita dan bersedia membayar
denda. Kita tinggal transfer dana via
ATM ke nomer rekening tertentu (kalo
gak salah norek Bank BUMN). Sesudah
itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk
di tukar dengan SIM/STNK kita di
kapolsek terdekat dimana kita ditilang.
You know what!? Denda yang tercantum
dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak
melebihi 50ribu! dan dananya RESMI
MASUK KE KAS NEGARA

http://m.facebook.com/photo.php?fbid=10152220786022789&id=111170522788&set=a.10150516154727789.389315.111170522788&refid=28&_ft_=qid.6033655141318816670%3Amf_story_key.7803689504795969483&__tn__=%2As

Terima kasih


<a href=”https://danshanekala.files.wordpress.com/2014/09/wpid-mountain.png”><img title=”Mountain.png” class=”alignnone size-full” alt=”image” src=”https://danshanekala.files.wordpress.com/2014/09/wpid-mountain.png&#8221; /></a>

Terimakasih sudah menyakitiku
Apapun yang tidak mampu
menumbangkan
Justeru akan membuatku berdiri
semakin tegak
Terimakasih sudah
melupakanku
Apapun yang tidak mampu
menghapus
Justeru akan membuatku
semakin diingat
Terimakasih sudah
meninggalkanku
Apapun yang tidak mampu
membuat sendirian
Justeru akan membuatku
semakin ramai
Terimakasih sudah
merendahkanku
Apapun yang tidak mampu
membenamkan
Justeru akan membuatku
semakin berharga
Wis Tak Kandani
Aku Rapopo

“Semoga ini baik Insya Alloh”

Ke samping


✔ yang dikagumi terkadang tidak mengerti
✔ yang dirindukan terkadang tidak tahu
✔ yang dicintai terkadang tidak merasa
✔ yang diinginkan terkadang tidak sejalan dan
✔ yang tidak disangka terkadang terjadi
AKU YAKIN TAKDIR ALLAH ITU INDAH…
ada seorang raja yang setiap pergi berburu selalu
ditemani oleh seorang sahabatnya yang terkenal
dengan ketakwaan dan wirainya. Tiap kali raja
menemui sesuatu yang tidak mengenakkan,
sahabatnya selalu berkata, “Semoga itu baik,
insya Allah.” Kata-kata ini selalu diulang-
ulanginya pada setiap kejadian yang secara
dhahir adalah kejadian buruk.
Pada suatu hari saat sang raja berburu bersama
sahabatnya ditemani oleh pengawalnya, jari raja
terkena tombak dan terpotong. Darah pun
mengucur. Si sahabat berkata, “Semoga itu baik,
insya Allah.” Raja marah dan memerintahkan
pengawalnya untuk memenjarakannya. Saat
pengawal ditanya, “Apa yang dikatakannya saat
kalian menutup pintu penjara?” Pengawal
menjawab, “Ia hanya mengatakan, ‘Semoga ini
baik, insya Allah.”
Suatu ketika saat raja pergi berburu tanpa
ditemani oleh sahabatnya, ia tersesat di hutan.
Sedangkan di hutan tersebut terdapat suku yang
menyembah berhala dan tiap tahun
mengorbankan orang kepada berhalanya tersebut.
Raja pun ditangkap oleh suku tersebut. Namun,
saat diperiksa didapati bahwa jari raja tidak
lengkap. Mereka pun menolak mengorbankannya,
sebab korban harus dalam kondisi yang
sempurna. Raja lalu dilepas dan ia kembali ke
istananya. Akhirnya ia menyadari kebenaran
ucapan sahabatnya. Sahabatnya pun dikeluarkan
dari penjara. Raja bertanya, “Ketika engkau
mengatakan, ‘Semoga itu baik, insya Allah.’ Saat
jariku terpotong, aku menyadari bahwa kebaikan
itu adalah aku tidak jadi disembelih untuk berhala
karena fisikku tidak sempurna. Sekarang saat
engkau dipenjara, apakah kebaikan itu?” Ia
menjawab, “Andaikata saat itu saya bersamamu,
maka mereka akan menyembelih saya sebagai
penggantimu.”
Jika anda mendapat kejadian buruk ucapkan :
“Semoga ini baik, insya Allah.”
Semoga ALLAH SWT memberi kebaikan pada
kehidupan Anda. Aamiin
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia
amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai
sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah
Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak
mengetahui”. (QS Al-Baqarah : 216)

sumber artikel:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=954375537923011&id=233153753378530&refid=17

saya tidak mau diajak hidup susah


Rubrik: Wanita | Oleh: Aisyah Darojati –
10/09/13 | 09:52 | 05 Dhul-Qadah 1434 H
dakwatuna.com – Suatu ketika, ada teman
saya yang mengeluhkan dalam
status Facebooknya, “Zaman sekarang, susah
cari perempuan yang mau diajak susah.”
Ego saya sontak berontak, saya menjawab
dalam hati, “Masa sih? Saya enggak kok.
Saya mau aja diajak hidup susah.”
Namun jari jemari ini tertahan untuk
membalas status tersebut. Saya hanya
menyimak, hingga muncul sebuah komentar
dari temannya yang menarik perhatian saya.
“Memang, definisi dari ’susah’ itu apa?”
Ya. Kalimat tersebut membuat saya menata
ulang opini saya.
Sebagian dari kita, termasuk saya ketika itu,
mengartikan ‘hidup susah’ di sini sebagai
hidup tanpa gelimangan harta.
Karena mainstream media saat ini juga
memang menggiring opini kita ke sana.
Padahal bukan begitu Islam mengajarkan kita.
Lantas, apa yang dimaksud ‘hidup susah’?
Masing-masing kita mempunyai pendapat
yang bisa jadi berbeda. Tapi izinkan saya
coba membagi pendapat saya – well, ini bukan
murni pendapat saya juga sih. Saya hanya
menyimpulkan dari beberapa literatur yang
saya baca, namun semoga ada manfaatnya.
Saya mempercayai bahwa tiap episode dalam
kehidupan kita adalah ujian untuk menguji
kadar keimanan kita. Kaya ataupun
miskinnya. Lapang ataupun sempitnya.
Banyak ataupun sedikitnya.
Saya kurang sepakat, apabila kita memandang
secara sebelah mata: Jika ia kaya, maka ia
senang | Jika ia miskin, ia hidup susah. Ini
bukan parameternya. Saya rasa tidak perlu
banyak pembahasan di sini. Tentunya kita
sudah sering mendengar dan melihat (atau
bahkan mengalami), banyak orang kaya yang
tidak bisa bersenang-senang menikmati
hartanya. Ia mempunyai banyak uang, tapi
sedikit kebahagiaan. Juga tidak sedikit orang
yang kasat mata terlihat miskin karena harta,
tapi kaya kebahagiaannya. Sekali lagi, ini
bukan parameternya.
Rasulullah SAW sebagai panutan kita pernah
mengalami kedua fase tersebut. Allah pernah
menitipkan padanya harta yang melimpah
ruah, dan pernah juga Allah menakdirkan
bahkan tidak ada asap mengebul dari dapur
rumah beliau saw. Saya rasa, bukan hal yang
mustahil bagi para perempuan untuk
meneladaninya: hidup penuh kesyukuran
dengan harta, atau hidup penuh kesabaran
tanpanya.
Saya mengartikan hidup susah di sini, dengan
tiada barakah dalam kehidupannya. Karena
menurut Ustadz Salim A. Fillah dalam
bukunya “Baarakallaahulaka, Bahagianya
Merayakan Cinta”,
Bahwa di saat apapun barakah itu membawa
kebahagiaan. Sebuah letup kegembiraan di
hati, kelapangan di dada, kejernihan di akal,
dan rasa nikmat di jasad. Barakah itu
memberi suasana lain dan mencurahkan
keceriaan musim semi, apapun masalah yang
sedang membadai rumah tangga kita.
Barakah itu membawakan senyum meski air
mata menitik-nitik. Barakah itu menyergapkan
rindu di tengah kejengkelan. Barakah itu
menyediakan rengkuhan dan belaian lembut di
saat dada kita sesak oleh masalah.
Dan apa itu barakah? Masih dalam buku yang
sama, beliau menjelaskan bahwa “Secara
sederhana, barakah adalah bertambahnya
kebaikan dalam setiap kejadian yang kita
alami waktu demi waktu.”
Saya membayangkan sebuah kehidupan, yang
terkandung barakah di dalamnya seperti yang
dijelaskan Ustadz Salim tadi. Maka saya tidak
dapat menemukan, di mana letak saya akan
merasa ‘hidup susah’ nantinya.
Ketika bisa jadi kami nanti hanya tinggal di
rumah petak, tapi justru karena itulah saya
bisa menemukan bayang rekan hidup saya
setiap saat, ke manapun saya menoleh. Atau
boleh jadi mungkin kami tinggal di rumah
megah nan luas yang bisa turut menampung
ratusan tuna wisma di dalamnya.
Ketika bisa jadi kami memiliki mobil pribadi
dan bisa mengantarkan sanak saudara ke
manapun mereka ingin pergi. Atau boleh jadi
kami harus berjalan kaki, namun itu adalah
kesempatan baik untuk menyusuri jalan
sambil menikmati senja, atau mendengarkan
celoteh burung di pagi hari.
Ketika bisa jadi kami mampu menghidangkan
ribuan porsi makanan lezat untuk dinikmati
bersama fakir miskin. Atau boleh jadi kami
hanya mampu membeli seporsi nasi, untuk
dimakan berdua sambil saling suap mesra.
Ketika bisa jadi rekan saya nanti diamanahi
pekerjaan yang menyita waktunya untuk
kepentingan orang banyak, dan saya memiliki
waktu lebih banyak untuk menyiapkan dengan
maksimal kebutuhannya beristirahat dengan
optimal di rumah. Atau boleh jadi ia hanya
bekerja seadanya, dan kami memiliki lebih
banyak waktu untuk dilalui bersama.
Dan masih banyak lagi. Namun intinya,
dengan barakah, saya tidak menemukan di
mana celah ada kehidupan yang bisa diartikan
susah.
Dan ketika saya membayangkan sebuah
kehidupan tanpa barakah di dalamnya, di
sanalah saya menemukan arti ‘hidup susah’
yang sebenarnya.
Saya akan merasa hidup susah ketika
kesempitan rumah masih ditambah dengan
kesempitan hati dan keleluasaan lisan untuk
terus mengeluh. Atau kelapangan rumah yang
justru membuat jarak hati penghuninya juga
semakin jauh.
Saya merasa susah ketika memiliki mobil
pribadi yang bagus dan mewah justru
membuat hati tidak karuan karena takut
tergores dan kehilangan. Atau tidak memiliki
kendaraan menjadi pembenaran atau alasan
untuk berhenti dari melakukan sebuah
kebaikan.
Saya merasa susah ketika kesanggupan
menghadirkan makanan berbanding lurus
dengan kemubadziran yang kami hasilkan.
Atau ketika hanya memiliki sedikit makanan
membuat kami lupa dengan pemberian Allah
yang masih banyak dalam bentuk lainnya.
Saya merasa susah ketika jam kerja yang
panjang justru membuat hati saya khawatir
dan curiga tentang apa yang sebenarnya
rekan saya lakukan. Atau ketika ia lama
berada di rumah, justru membuat pertikaian
yang terjadi di antara kami semakin banyak.
Masih banyak lagi. Namun intinya, saya
merasa susah, ketika Allah tak lagi
menghadirkan barakah dalam kehidupan
kami.
Sepanjang Allah menganugerahkan barakah
dalam hidup kita, atau setidaknya kita selalu
berusaha untuk menghadirkannya, sepanjang
itu pula saya berjanji untuk tidak akan
merasa susah.
Namun ketika Allah mencabut barakah itu dari
hidup kita, dan tidak ada lagi upaya dari kita
untuk memintanya kembali, saya akan merasa
susah.
Dan maaf, saya tidak mau diajak hidup susah.

http://www.dakwatuna.com/2013/09/10/39066/saya-tidak-mau-diajak-hidup-susah/#axzz2gCfp6EfN

musafir,aku pasti pulang


detik berdetak, berlalu tak menunggu
laksana musafir mengelana takdir
“melapuk segala di ufuk cakrawala”
dari fajar dusta hingga malam buta
gemerisik daun-daun mengalun syahdu
mengenang tahun-tahun yang mengembun
dalam hening pikir di bening safir
terasing dari bising gonggongan anjing
andai remaja tak menyenja
andai langkah tak melemah
andai bekal tak tercekal
andai luang tak terbuang
andai nafas tak lepas
adakah sesal di sisa tanggal yang
tertinggal
aduhai
betapa rapuh melepuh ingatan
melayang pandang melalui kabut lembut
melintasi waktu merengkuh angkuh
“dari balik jubah yang tak pernah merasa
bersalah”
bersimpuh doa, menempuh dosa
adakah sesal di sisa tanggal yang
tertinggal
mari berbenah, kembali melangkah
semoga tak jatuh sia-sia menempuh sisa
usia
semasih nyawa menitah raga berjelaga
entah bila waktu tak tentu memihak rindu
bahkan maut merenggut seraut jiwa kusut
sendiri membunuh sepi mengubur sunyi
hilang di gersang mayang
aku pasti pulang, sayang

sumber artikel:
http://m.kompasiana.com/post/read/648145/3/musafir-aku-pasti-pulang.html