Papandayan,Maret 2011



Maret 2011 tepatnya tgl 1-4 Maret, merupakan kegiatan out door pertama setelah rehat hampir setengah tahun karena kesibukan masing”.
Gunung Papandayan berada di ketinggian 2622 mdpl merupakan salah satu gunung favorit di kota Garut karena akses kesana cukup mudah dan gunung ini sangat cocok buat para pendaki gunung pemula. Baca lebih lanjut

Romantisme papandayan,juli 2011


10 juli kalian berjanji menjalani hidup sehidup semati.
meniti hari yang pasti menyemai butir-butir cinta di bawah ridho ilahi.
kalian yang telah terikrar dalam ikatan halal, bukan halal fatwa MUI , tapi halal dari yang Maha Hakiki.

Gunung papandayan menjadi saksi,di belerang kawah abadi cinta kalian terpatri.
Bunga edelweis semoga membuat kalian harmonis.
Death forest menjadi lambang bahwa kegersangan bisa di isi oase saling berbagi.
Berbagi dalam suka ataupun duka,menyemai hari saling mengisi.

Jalani hidup dengan sederhana,sesederhana alam,searif gunung,seindah lembah,sekokoh tebing batu diatas camp david dan seindah tegal alun yg selamanya mengalun tembang keindahan akan alam ciptaan Tuhan.

Didedikasikan untuk sang ketua shanekala Sendi a.l & Ratih julianti,ponakanku.
Semoga menjadi keluarga sakinah,mawahdah,warohmah dan keluarga pencinta alam sejati. Aamiin

Apakah arti dari pendakian gunung??.


Banyak yg di pertanyakan dari kegiatan alam bebas,terutama naik gunung,George F.Mallory,pendaki inggris yg hilang di puncak Everest thn 1924,menjawab singkat,”Because it’s there.” karena gunung itu ada,maka didaki.lain lagi dgn soe hoek gie,ia menjawab, “karena aku mencintai hidup”. Tapi Bagiku karena alasan mentalitas,seperti kata Sky Divers kutipan yg ku baca di sebuah teka-teki silang kecil 🙂 ,ia berkata “jika kita gagal melompati ketinggian,bukan langit yg membatasi kita. sikap MENTAL kitalah yg membuat ketinggian itu tak terjangkau”.menurut anda??,setiap orang mempunyai alasan masing-masing.
Mengapa alasanku mental?.karena Mental yg memperlihatkan pribadi seseorang,seseorang dgn mental kuat bisa terlihat dari tak pernah mengeluhnya dia jika menaiki tebing terjal menuju puncak tertinggi dan tentu ia akan teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari.sedangkan yg bermental lemah ia akan mudah menyerah,mengeluh tanpa pernah berusaha.
Kawan,di aktivitas pendakian kita bisa menilai mental diri,orang lain,dan mental kita untuk menghargai keindahan Sang Pencipta.karena setinggi-tingginya manusia,lebih tinggi Tuhan Sang Pencipta.itu salah satu pedoman dari kegiatan alam bebas.
Kita bisa menilai Mental kita untuk mencapai sesuatu dan tentu dgn memperhatikan kode etik yg berlaku.
Selalu berusaha mencapai sesuatu dgn aturan yg berlaku,menghargai Alam,mencintai apapun dgn aturan,tak pernah menipu diri dgn hal yg sebenarnya tak ada dalam diri,rendah hati,kritisi diri,tak pernah merasa religi karena yg tak menampakan adalah yg paling disukai Ilahi.
itulah filosofi dari pencapaian puncak tertinggi.